|
Sasaran Program dan Target Pencapaian |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Senin, 31 Maret 2008 |
|
Untuk mencapai visi, misi, maupun target yang telah ditetapkan, seluruh komponen yang ada SMA5 Bogor , yaitu Kepala Sekolah,Wakasek, Guru dan Komite sekolah telah menetapkan beberapa program baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Adapun sasaran program tersebut adalah sbb:

Untuk mencapai sasaran tersebut sekolah telah menetapkan strategi yang dinilai dapat mempermudah mencapai sasaran dari program yang telah dibuat dan harus dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah dengan sebaik-baiknya. Adapun strategi tersebut adalah : Memberikan buku saku bagi setiap murid yang berisi : Jam hadir di sekolah , dan jadwal pelajaran pada hari itu, dan jam pulang sekolah . Jam hadir akan ditanda tangani oleh guru piket atau guru yang mengajar jam ke 1, jika anak tersebut terlambat. Jam pulang akan ditandatangani oleh guru terakhir yang mengajar; bila guru tidak hadir maka siswa akan menulis bahwa guru tidak hadir dan memberikan tugas. Jika siswa pulang sebelum waktunya maka buku tersebut akan ditandatangani oleh guru yang saat itu mengajar. Buku tersebut akan dicek oleh wali kelas minimal 1 bl.sekali . Dengan buku ini maka siswa sudah mengontrol dirinya sendiri berapa kali dia terlambat, tidak masuk, atau sering bolos. Demikian juga akan terdeteksi guru yang hadir dan tidak hadir. Untuk program ke 2 sekolah melaksanakan jam tambahan bagi siswa kelas 3 dengan serius. Artinya dibuat jadwal terprogram apakah seluruh mata pelajaran, atau hanya mata pelajaran yang di UN kan dan ada kontribusi buat guru yang mengajar tambahan. Setelah siswa ada di kelas XII, guru BP atau guru lainnya yang mengetahui akan menjelaskan tentang tatacata mendaftarkan, tes, atau belajar di PT. Tiap siswa diberikan informasi yang akurat tentang Perguruan tinggi yang ada di Indonesia(untuk pertama kali PTN) Untuk siswa yang memiliki keinginan kuat melanjutkan pelajarannya ke PT terutama PTN maka untuk beberapa pelajaran tertentu siswa dapat dibimbing mengerjakan soal – soal PTN. (sifatnya sukarela). Dibentuk team Olimpiade yang terdiri dari guru mata pelajaran dan pengajar dari luar sekolah yang terbiasa menangani siswa untuk program olimpiade (dapat diambil dari Bimbel) atau bekerja sama dengan lembaga yang menangani olimpiade. Mengadakan kursus baca, tulis Al-Qur’an diluar jam pelajaran agama, terutama bagi siswa yang belum mampu menulis atau membaca Al-Quran. Diharapkan jika siswa mampu membaca Al-Quran dengan benar maka akan diteruskan dengan seni membaca Al-Quran bagi yang berbakat. Menambah materi bahasa Inggris di luar jam pelajaran khusus untuk conversation. Dan merealisasikan adanya Lab bahasa. Menambah materi bahasa Jepang dengan membuat kelompok pecinta bahasa Jepang , dapat berupa kelompok ekskul. Menambah ruang komputer dan jumlah komputer, sehingga setiap siswa dapat menggunakan komputer dengan leluasa. Meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan internet yang bermanfaat. Melatih siswa yang telah dipilih untuk mengikuti setiap lomba secara rutin dan terstruktur dan melakukan simulasi lomba. Membuang sampah dengan benar merupakan salah satu cara untuk membuat lingkungan bersih. Siswa diharuskan untuk membuang sampah pada tempat sampah yang berbeda. Yaitu tempat sampah organik dan tempat sampah an oganik. Merupakan suatu tantangan melaksanakan cara tersebut, tetapi mulai dari saat ini tiap siswa harus mengikuti cara membuang sampah dengan benar. Bagi siswa yang melakukan pelanggaran maka akan dikenakan denda . Jika cara membuang sampah sudah dapat dilaksanakan dengan baik, maka berikutnya adalah memanfaatkan sampah yang masih dapat diolah menjadi semacam produk yang berguna dan ramah lingkungan. Bekerja sama dengan Perguruan tinggi setempat (IPB) dan atau Pemda yang menangani Lingkungan hidup untuk memberikan pelatihan atau kursus bagi guru dan siswa agar sekolah dapat memberikan pendidikan lingkungan hidup dengan benar. Mengefektifkan kerjasama dengan orang tua murid, masyarakat sekitar dan masyarakat peduli pendidikan. Memberikan laporan kemajuan pendidikan kepada orang tua murid secara berkala (min. Laporan pendidikan tengah semester ganjil atau semester genap). Untuk mencegah pergaulan siswa yang mengarah kepada ”pergaulan negatif” sekolah selalu berkoordinasi dengan satgas yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan setempat.
|